KupingKenyel-Kali ini Kuping kenyel akan membahas Tanda-Tanda Anda Pendaki Berbahaya.Banyak orang yang sombong atau egois dalam perjalanan mendaki ke puncak.Biasanya ada yang bilang dari pengalaman saya "aku kuat kok" setelah di coba emang dia yang palig kuat tetapi packingnya buruk silahkan simak berikut.
Mendaki gunung saat ini telah menjadi suatu tren yang dapat di perbuat oleh siapa saja tanpa batasan. Dengan metode itu, pendakian gunung saat ini berubah menjadi kegiatan yang sembrono serta sumber - sumberan. Sayangnya semua itu terjadi serta tidak sedikit yang tidak mempunyai performa tehnis yang cukup.
Lawu, Belantara Indonesia
Dan inilah tanda - tanda Kamu pendaki berbahaya. Berbahaya bagi diri sendiri juga bagi kawan pendaki yang lain.
Sok Jagoan
Sikap sok jagoan ini nyaris rutin menjadi penyebab mutlak musibah pada pendaki pemula. Dengan alasan mencari tantangan, para pendaki pemula ini mencari jalur di luar jalur resmi. Parahnya, tidak jarangkali mereka meperbuatnya tanpa performa navigasi yang baik.
Jangankan GPS serta peta topografi, sekadar kompas pun tidak bawa. Lalu apa yang diandalkan? Maka petualangan mereka pun biasanya beres di dasar jurang, mati kedinginan di lembah alias ditandu Tim SAR ke rumah sakit.
Membuka jalur baru juga berarti merusak konservasi. Mengganggu kenasiban liar serta ekosistem. Para pendaki berpengalaman tidak bakal meperbuatnya tidak hanya untuk kepentingan penelitian serta ilmu pengetahuan.
Packing Yang Kurang baik
Packing alias mengepak barang dalam ransel merupakan seni yang wajib dikuasai pendaki gunung. Seluruh barang bawaan wajib masuk ke dalam ransel. Sebab medan susah, tidak boleh ada yang tergantung di luar ransel tidak hanya botol air minum.
Tangan wajib bebas sebab memegang Tracking Poll alias berpegangan meniti akar - akar pohon apabila dibutuhkan.
Maka lihatlah para pendaki berbahaya. Dengan panci digantung ke ransel. Tangan menenteng sleeping bag alias jaket. Ransel mereka tidak dilapisi lagi dengan cover bag. Pakaian di dalam ransel tidak dilapis plastik. Apabila hujan, semua pakaian, jaket serta sleeping basah.
Padahal sangat penting menjaga pakaian ganti tetap kering. Tidur dengan keadaan basah dapat mengdampakkan hipotermia. Inilah penyebab mutlak kematian seorang pendaki gunung. Suhu tubuh turun sebab kedinginan. Jangan sempat anggap enteng mengepak barang. Ini yang tidak jarang dimasabodohkan pendaki.
Hipotermia Di Sangka Kesurupan
Pendaki pemula mendaki tanpa ilmu. Berbekal semangat serta tanpa perlengkapan memadai mereka nekat mendaki gunung. Sebab tidak tahu ilmu P3K, maka tidak jarang terjadi salah kaprah.
Pada penderita hipotermia, korban bakal menggigil serta kehilangan kesadaran. Lalu mulai bicara melantur. Sebab nyerocos tidak karuan serta sukar diajak komunikasi, kawan - kawannya menyangka si korban kesurupan. Mereka malah membacakan doa untuk mengusir setan.
Sewajibnya, segera perbuat pertolongan. Ganti pakaiannya dengan pakaian kering. Masukkan dalam sleeping bag yang telah dihangatkan. Taruh juga berbagai botol air panas di dalam sleeping bag itu. Jaga keadaan lingkungan tetap hangat. Apabila telah membaik beri makanan hangat sedikit demi sedikit. Hindari memberi kopi alias minuman keras.
Aku Si Cepat
Ciri khas pendaki berbahaya, apalagi yang tetap berumur muda merupakan rutin bergerak dengan cepat. Mereka rutin tergesa - gesa, menjadikan naik gunung seolah lomba lari ke puncak. Malu menjadi yang paling belakang, sebab tidak jarang dianggap sebagai yang terlemah.
Sebab itu biasanya waktu tempuh ke puncak lebih singkat. Baru seusai perjalanan turun, aneka msumberah datang. Kehabisan tenaga, cidera otot hingga kecelakaan serta kehilangan arah menjadi ancaman.
Idealnya, ada seorang sweeper yang berlangsung paling belakang. Biasanya orang ini yang paling kuat serta dapat diandalkan. Tugasnya menyapu seluruh anggota tim. Memastikan tidak ada yang keteteran alias tertinggal di belakang.
Tetapi dalam rombongan pendaki berbahaya, tidak ada yang mau menerima tugas ini. Sehingga sweeperdianggap hina. Menjadi paling pertama hingga puncak serta pertama turun ke kaki gunung sehingga tujuan utama.
"Aku si cepat. Tanpa sadar kutinggalkan sahabatku yang kelelahan mati di gunung."

wah ngeri juga ya gan BTW nice Info
ReplyDelete